JUNBI-UNDO / JUNBI-TAISO (PREPARATORY EXERCISES)

Today I am going to outline my personal junbi-undo/taiso (preparatory exercises/warm up). Whilst I have not specifically provided what I do (as I regularly change), I have given the complete formula which dictates the types of exercises I utilize, and some key pointers that I follow. In sum, I believe that the routine I have described here ensures that one is well prepared for any karate class, and, if followed, keeping the conclusive tips in mind, will ensure that karateka avoid acquiring stretching-based injuries. OK, so on to the outline...

(a)  Light aerobic exercises/loosening up: After completion of the opening formalities of the practice session the body is gently prepared for the movements of karate-do via light aerobic exercises and joint articulations. For example, small scale knee rotations, shoulder circles, jogging around the dojo etcetera. The point is to not get worn out but, rather, work up a light sweat and safely free up ones joints; subsequently, this must have the body well prepared for stretching.
 
(b)  Passive static stretches: Contrary to many nowadays, and without allowing the body to cool down, I find that the traditional use of several passive static stretches at this point is very effective; in particular, for the lower body (hip flexors, groin, hamstrings, gluts and quadriceps). For example, stance based stretches, and the classic floor stretches working towards the front, left and right box splits. After completing these stretches, you will probably need to loosen up again; thus, it is always good to utilize some joint rotations at this point.

(c)  Dynamic stretches: These stretches are essentially relaxed leg swings to the front, side, rear and both inside-outward, and outside-inward; furthermore, I practiced arm swings with progressively increasing speed: forward, rearward, and side to side rotating the torso. All of these exercises are not forced. Instead, the range of motion is safely increased according to ones daily condition. Forcing these stretches, besides being potentially hazardous for the body, causes the muscles to tense, which in turn results in the inability to authentically stretch the muscles.

* This concludes my preparatory exercises. Following this, one’s body and mind will be well prepared for karate-do training. I would just like to end with a couple of tips. Firstly, stretching should not be painful, it should be a stretch; therefore, take your time and listen to your body. Secondly, try to warm up in comfortable environment, ideally not freezing cold (but, if in cold environment, such as participating in kangeiko, increase the aerobic portion of your preparatory exercises). In my case, here in Aso-shi, unfortunately this is not an option; consequently, it is a case of simply soldiering on... Third and lastly, pertaining to point one, don't compete with others, nor yourself. Some days, perhaps you will be stiff and sore, others you may feel very loose. The preparatory exercises are just that, preparation for training, they are not a measure of your self-improvement or ability in relation to others in your dojo. Injuring yourself because of "overdoing it", during you preparatory exercises, is clearly not smart. Relax, breath, and work according to your daily condition.

Conclusion: I wish you the best of luck in your karate-do training; moreover, that you maintain a healthy body whilst practicing with vigor. On the whole, it is irrefutable that safe, and effective, junbi-undo/taiso is paramount in the on-going advancement of karate-do skills.
© André Bertel. Aso-shi, Kumamoto-ken. Japan (2014).

Serena 7month Play with cousin Arraya 6month


Anak identic dengan mainan dan bermain, apalagi untuk anak yang masih di bawah 7 tahun. Selain menjadi aktivitas yang menyenangkan, bermain juga berfungsi untuk melatih motoric dan kecerdasaan anak. Apalagi jika mainan yang dimainkan sesuai dengan usia dan tingkat kesulitannya.

Nah, sebagai orang tua, memilihkan mainan yang pas dan sesuai dengan usia anak menjadi kewajiban anda. Karena membelikan mainan pada anak memang ga,pang-gampang susah. Jika anda sekali saja membelikan mainan yang tidak sesuai dengan usianya, maka akan mempengaruhi tumbuh kembang anak anda ke depannya. Oleh sebab itu, sebaiknya ketahui trik agar mainan yang anda beli tidak berbahaya serta baik untuk perkembangannya seperti yang dikutip dari Sheknows.com berikut ini:














  • Sesuai umur
Jika Anda ingin membelikan mainan untuk si anak, maka belilah mainan sesuai dengan umurnya. Selain itu, Anda juga harus fokus pada apa yang anak perlu dikembangkan, baik secara fisik maupun emosional. Misalnya, bayi membutuhkan mainan yang dapat membantu menstimulasi tangan atau koordinasi mata. Untuk itu pilihlah mainan yang mudah dipegang untuk usia bayi. Sementara anak yang berusia balita membutuhkan mainan bisa mengembangkan kreativitasnya.
 
  • Pilih kualitas mainan, bukan kuantitas
Jika Anda terlalu banyak membelikan maianan untuknya, maka akan membuatnya kewalahan dan kebingungan untuk memainkan yang mana. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Anda harus membeli mainan yang kualitasnya baik agar tetap awet. Buat apa membelikan mainan yang banyak jika tidak ada yang berkualitas baik untuk perkembangan otaknya.

Bagaimanapun juga permainan yang tepat untuk anak adalah mainan yang memiliki kemampuan untuk merangsang kemampuan peran, ketangkasan, dan kreativitas. Dengan memilih mainan yang tepat untuk anak, berarti Anda mendukung kesempatan si anak untuk belajar dengan efektif dan efisien.
 
  • Hindari mainan imitasi yang murah
Jika si anak memiliki minat dalam hobi, maka hindari untuk membeli mainan imitasi yang murah. Misalnya, si anak gemar melukis, ada baiknya untuk membelikan kuas dan cat air yang bermutu bagus. Tujuannya adalah agar tidak melemahkan bakat si anak. Selain itu, dengan membelikan mainan imitasi yang bagus untuk si anak, juga bisa membuatnya berkreasi dengan imajinasinya.
 
  • Dorong kreativitas
Anda harus juga memilihkan mainan yang bisa meningkatkan imajinasi dan kreativitas si anak. Misalnya, pilih mainan yang bersifat mekanis dan menghibur, sehingga bisa mendorong kesempatan anak untuk berpartisipasi.
 
  • Perhatikan keselamatan
Jangan pernah membelikan maianan untuk si kecil yang berjenis potongan-potongan kecil yang bisa hilang atau tertelan. Hal tersebut tentunya bisa membuat si anak tersedak. Anda harus bisa memilihkan mainan yang berbentuk kokoh dan terbuat dari bahan yang aman.