Misi Sosial SMP SANTO BELLARMINUS Semarang



Minggu pagi ini (9 Juni 2013) saya ke SMP Santo Bellarminus Semarang. Sekolah yang beralamatkan di Jalan Tegalsari VIII Semarang ini memang mempunyai misi mendidik para murid yang tidak tertampung di sekolah lain (termasuk saya di tahun 1983. Saya lulus dari sekolah ini tahun 1986).

Saya berbincang-bincang dengan Bapak Herman Yosef Sugiyanto, S.Pd, Kepala SMP Santo Bellarminus sekaligus Guru Pelajaran PKN di sekolah ini.

"Saya bersyukur ada banyak pihak yang membantu biaya pendidikan murid-murid di sekolah ini, karena pada umumnya mereka berasal dari keluarga ekonomi lemah," kata Bapak Sugiyanto.

Di tahun ajaran 2013/2014 ini, sudah ada 226 pendaftar di SMP Santo Bellarminus. Minat yang besar ini utamanya disebabkan oleh biaya pendidikan yang murah, Rp 110.000 per bulan. "Itupun, banyak murid yang dicarikan beasiswa oleh pihak sekolah, supaya mereka lebih ringan dalam membayar biaya pendidikan bahkan kalau bisa memang gratis," jelas Bapak Sugiyanto lebih lanjut.

Selama ini, SMP yang memiliki guru 15 orang dan 8 orang di antaranya merupakan Guru PNS, mendapatkan bantuan dari pihak Pemerintah melalui Dinas Pendidikan maupun dari berbagai pihak swasta. Namun demikian, sejalan dengan banyaknya murid dari golongan ekonomi lemah, kebutuhan akan bantuan dana / beasiswa dari berbagai pihak juga semakin meningkat.

"Ada banyak sekali murid-murid yang betul-betul membutuhkan bantuan dana untuk sekolah / beasiswa. Uluran tangan dari para donatur akan diterima dengan senang hati," kata Bapak Sugiyanto.

Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak Yth.,

Apa yang saya ceritakan kali ini adalah renungan kita bersama. Ada sekian banyak anak yang masih membutuhkan biaya pendidikan. Dan tentu, itu tidak hanya di SMP Santo Bellarminus saja.

Semoga tulisan kali ini mengusik hati nurani kita semua. Sambil selalu menemani anak-anak kita, ada baiknya kita juga mengingat sekian banyak anak yang nasibnya kurang beruntung. Lagi pula, dengan ikut membantu anak-anak ini, kita juga sudah menanamkan nilai-nilai luhur di dalam diri anak-anak kita : tentang perlunya saling membantu dalam kehidupan ini.

Selamat menemani anak.

"Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa"

-----o0o-----

Foto oleh Susana Adi Astuti.

Tulisan oleh Constantinus Johanna Joseph. Ilmuwan Psikologi anggota Himpunan Psikologi Indonesia nomor 03-12D-0922. Sarjana di bidang Ilmu Alam dan Ilmu Sosial.




Share this

Related Posts

Previous
Next Post »