Menemani Anak : Tidak meng-ADA-kan GADGET ketika ANAK sedang HADIR di depan kita



Dalam banyak kesempatan, anak, istri, dan saya ketika sedang bersama-sama di warung / rumah makan (sambil menunggu datangnya makanan yang dipesan) sengaja  mengamati PERILAKU keluarga lain (yang juga pengunjung warung makan / rumah makan itu) yang juga sama-sama sedang menunggu datangnya pesasanan makanan . 

Apa yang kami lihat adalah ini : ada banyak keluarga (anak, ibu, dan bapak) yang duduk satu meja menunggu datangnya makanan TIDAK NGOBROL BERSAMA tetap justru  MASING-MASING ASYIK DENGAN HP-NYA SENDIRI-SENDIRI ! 

Dengan demikian meskipun mereka itu DUDUK BERSAMA, mereka itu (jadi ingat pelajaran FILSAFAT yang diajarkan oleh Doktor Syaifur Rohman yang rambutnya gondrong & digelung pada saat saya masih kuliah di Fakultas Psikologi) HADIR TETAPI TIDAK ADA. 

Maksudnya begini : secara FISIK memang anak, ibu, bapak itu HADIR dalam arti : secara FISIK / BADANIAH duduk bersama dalam satu meja... Tetapi sebenarnya TIDAK ADA di dalam pikiran masing-masing  : dalam pikiran si anak TIDAK ADA ibu dan bapak, dalam pikiran ibu TIDAK ADA anak dan bapak, dalam pikiran bapak TIDAK ADA anak dan ibu....

He...he...he... Mohon maaf... Mohon maaf... Saya tidak bermaksud menyinggung siapa-siapa...

Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak Yth.,

Apakah GODAAN untuk tetap asyik dengan HP masing-masing (atau SMARTPHONE atau TABLET atau GADGET yang lain lagi) itu tidak saya alami ?

He...he...he... Jujur saja : IYA ! Saya biasanya tergoda untuk membuka salah satu situs jejaring sosial yang saya ikuti. Juga, saya biasanya tergoda untuk membuka berita yang selalu baru dari detik ke detik. 

Nah, untuk MENGATASI godaan ini (pada saat saya sedang makan di warung bersama anak dan istri), maka smartphone yang saya bawa saya gunakan untuk MEMUTAR VIDEO YANG BISA DITONTON BERSAMA dengan anak dan istri. Intinya, godaan untuk MENGGUNAKAN gadget itu DISIASATI dengan cara MELIHAT BERSAMA : entah itu video lagu-lagu, atau video yang lucu-lucu, dan sebagainya.

Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak Yth.,

Sekali lagi saya tidak bermaksud menyinggung siapa-siapa. Sebab, saya pun MENGALAMI GODAAN yang sama : ingin TETAP ASYIK dengan gadget padahal ada anak dan istri. Yang penting adalah BAGAIMANA MENYIASATI-nya : dengan MENIKMATI gadget BERSAMA-SAMA. Dengan kata lain, kita memang harus menjaga KESADARAN diri untuk TIDAK KECANDUAN gadget.


Selamat menemani anak. 

Selamat meng-ADA-kan anak ketika anak HADIR di depan kita (bukan meng-ADA-kan gadget ketika anak HADIR di depan kita).

"Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa"

-----o0o-----

Foto dan tulisan oleh Constantinus Johanna Joseph. Ilmuwan Psikologi anggota Himpunan Psikologi Indonesia nomor 03-12D-0922. Sarjana di bidang Ilmu Alam dan Ilmu Sosial.
  

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »