12 Kesalahan SEO Blogger Pemula yang Sering Dilakukan

6 Kesalahan SEO Pemula yang Sering Dilakukan



Anda sudah melakukan banyak optimasi SEO namun situs Anda masih sepi pengunjung? Jika benar demikian, kemungkinan Anda melakukan optimasi yang salah sehingga situs Anda sulit untuk dicerna mesin pencari untuk mendapatkan posisi halaman pencarian yang baik. Banyak sekali kesalahan SEO yang dilakukan oleh blogger pemula.

Berikut ini saya ulas secara lengkap, hal-hal yang perlu diperhatikan untuk SEO pemula (saya sendiri masih pemula juga, oleh karena itu, mari kita belajar bersama-sama) yang mungkin dapat membantu Anda untuk lebih berhati-hati dalam melakukan optimasi SEO selanjutnya.

Kesalahan SEO pemula


1. Belajar SEO tidak dari awal

Ini dia yang menjadikan Anda tidak berhasil dalam mengoptimasi situs Anda. Banyak sekali para pemula yang menginginkan SEO secara instan, padahal hal tersebut tidak dapat diterapkan, karena SEO memerlukan proses dan kesabaran.


Di sini saya menekankan, bahwa SEO itu banyak tingkatannya. Bisa dibilang juga, mesin pencari (terutama Google) menilai suatu situs lebih dari 200 faktor, Anda harus pintar memilih-milih mana yang benar-benar diperlukan untuk Anda pelajari. Selebihnya, lebih baik Anda tinggalkan dahulu.

2. Konten yang tidak berkualitas

Kesalahan lainnya adalah para pemula hanya ingin artikelnya diindex, mendapatkan ranking yang baik, dan menerima banyak pengunjung, tanpa mementingkan seberapa penting/ kualitas artikel (human friendly) yang dibuatnya.

Perlu diketahui, konten yang berkualitas memungkinkan pengunjung untuk kembali membaca artikel tersebut. Selain itu, mesin pencari sekarang sudah semakin modern, sehingga banyak artikel yang relevan dan berkualitas yang akan mendobrak halaman pertama di mesin penelusuran.

Jadi, mulailah membuat artikel yang berkualitas. Prioritaskan pembaca, bukan mesin pencari. Biar artikelnya lebih disenangi pembaca, tambahkan gambar dan video yang relevan.

3. Percaya pada script-script SEO

Demikian juga merupakan kesalahan SEO. Memang, script-script seperti meta tags itu berguna untuk ke-SEOan situs Anda. Namun jangan hanya terlalu mengandalkan script seperti itu, karena itu merupakan faktor kecil SEO.

Selain meta tags (meliputi title tag, description tag, dll) lebih baik Anda tidak perlu pasang di situs Anda.

4. Backlink yang berlebihan

Backlink memang sangatlah penting untuk SEO sebuah situs. Namun bila berlebihan menanamkannya, akan fatal akibatnya. Mulai dari sandbox, penalti, bahkan sampai deindex.

Ketika Anda sedang mencari backlink, selalu proriotaskan kualitas ketimbang kuantitas. Backlink yang berasal dari situs-situs dengan otoritas rendah justru dapat merusak SEO situs Anda, dan akhirnya Google memberikan penalti.

Mulai dari sekarang, mulailah menanamkan backlink yang berkualitas dari situs-situs terkenal dan relevan.

Baca juga: Cara Mendapatkan Backlink Berkualitas

5. Percaya dengan 'kemanjuran' ranking Alexa

Tak ada salahnya Anda memercayai Alexa, namun perlu Anda ketahui bahwa Alexa menilai dari pengunjung yang memasang Alexa toolbar, sebuah extensi pada browser. Jadi? YA, Alexa tidak menilai trafik berdasarkan pengunjung situs Anda, melainkan pengunjung yang HANYA memakai Alexa toolbar pada browsernya.

Mungkin saja ranking satu sampai dengan 5000 masih akurat, tapi kalau sudah puluhan ribu sudah tidak akurat lagi.

6. Mengisi deskripsi situs dengan asal-asalan

Nah ini dia, kesalahan pemula yang cukup sering ditemukan. Apakah Anda pernah menemui atau bahkan memiliki situs yang memberi deskripsi seperti ini, "Welcome to my blog" atau "Selamat datang di blog saya, semoga artikelnya dapat bermanfaat." Situs dengan deskripsi tersebut sangatlah tidak SEO friendly. Mengapa? Karena deskripsi merupakan fitur yang dimanfaatkan untuk memberi kata kunci yang dicari pengunjung dan juga mengidentifikasikan detail informasi yang termaktub dalam situs Anda. Lantas bagaimana jadinya bila deskripsi diisi asal-asalan seperti itu? Ranking yang buruk + sulit terindex sudah pasti. Jelas saja, apakah ada orang yang mencari kata kunci seperti "Selamat datang di blog saya"? Tentu tidak ada bukan?

Solusinya, bila situs Anda masih memakai deskripsi seperti contoh di atas, perbaikilah dari SEKARANG. Contoh mudahnya, situs Anda memiliki niche otomotif, maka deskripsi yang cocok seperti adalah "Situs otomotif terlengkap dan terupdate". Itu contoh pertama, untuk deskripsi singkat tentunya. Yang lebih panjang seperti "Situs web yang membahas tuntas seputar berita, tips, dan trik otomotif di seluruh dunia."

7. Terlalu mementingkan desain blog

Untuk hal ini saya jadi teringat, pada waktu-waktu mulai blogging, saya sangat terobsesi dengan desain-desain blog yang canggih-canggih dan keren-keren. Akhirnya, saya menghabiskan banyak waktu untuk mendesain blog saya. Dan hasilnya, kacau balau, blog jadi terlihat KEKANAK-KANAKAN dan SEO tidak saya perhatikan. Yah, maklum, dulu pasti awal Anda ngeblog juga seperti itu bukan? Blog 'didandanin' dengan berbagai perhiasan; jam, info trafik, banner nggak penting, dan lain-lain.

Banyak sekali blog-blog pemula yang menanamkan banyak widget, bahkan ikan dalam aquarium pun ada, hahaha. Cara ini sebenarnya tidak tepat, karena selain bikin pusing pengunjung dengan tampilan yang berantakan, blog Anda juga loadingnya menjadi lebih lambat.

Pada dasarnya, templat yang benar-benar dibutuhkan pengunjung hanya dua, yakni MOBILE-FRIENDLY dan LOADING YANG RINGAN.

8. Percaya dengan keyword density

Cukup banyak blogger pemula yang membicarakan mengenai keyword density pada postingan, "Berapa persen sih keyword density yang baik, 0,7%, 7%, 17%, atau lainnya."

Saya perlu meluruskan, bahwa keyword density itu tidak dihitung nilainya oleh Google, hal tersebut dinyatakan Matt Cuts pada video yang diunggahnya.


Jadi sepertinya sudah jelas ya, keyword density, kepadatan kata kunci atau apalah itu namanya tidak penting dan tidak perlu dipikirkan lagi.

Baca postingan ini; Perlukah Keyword Density dalam Artikel di Blog?

9. Memasang niche yang tidak cocok dengan nama domain

Situs berdomain otomotifindonesia.com tapi membahas tentang blogging, aneh tidak rasanya? Penyebabnya, situs web/ blog rankingnya di mesin telusur akan hancur. Selain itu, pengunjung akan sulit mengingat nama domain tersebut, jadinya Anda tidak memiliki pelanggan sendiri.

10. Menganggap backlink lebih penting ketimbang artikel

Pastinya Anda tahu bahwa salah satu faktor terpenting dalam SEO adalah tautan yang diberikan ke situs Anda, atau biasa disebut backlink. Tapi ingat, percuma memasang backlink yang banyak tetapi artikelnya tidak berkualitas. Kenapa? Nyatanya banyak artikel di blog yang mendapat peringkat yang tinggi di Google tanpa memiliki backlink sepeser pun. Itu artinya sudah jelas, peranan artikel lebih besar dibandingkan backlink.

11. Membuat artikel untuk 'robot'

Pernahkah Anda melihat artikel yang dipenuhi banyak keyword? Dalam setiap baris, ada saja keywordnya, membuat Anda bingung membacanya dan akhirnya meninggalkan artikel tersebut. Ini dia!

Bagi Anda yang sudah lama berkecimpung di dunia SEO, pasti sudah sering mendengar bahwa artikel harus dioptimasi SEO atau yang sering disebut SEO-friendly untuk mendapat peringkat yang diinginkan di Google betul?

Tapi tahukah Anda, yang sering terjadi justru sebaliknya. Mereka yang menggunakan teknik SEO malah gagal, dan mereka yang melupakan SEO justru menduduki peringkat yang tinggi. Mengapa bisa begitu? 

Karena sekarang sudah berbeda, artikel yang membuat pembaca puas, pasti juga membuat mesin pencari puas, istilahnya human-friendly.

Jadi artikel yang human-friendly berarti juga SEO friendly. Ingat itu!

12. Membuat artikel yang dipanjang-panjangkan

Pernahkah Anda membaca artikel di suatu situs web yang memperpanjang kalimat-kalimat yang tidak jelas? Contohnya seperti ini:

"Pada Hari ini tepatnya di tanggal 19 bulan Maret tahun 2015 hari Jumat sekarang telah terjadi bencana alam banjir yang merupakan suatu aliran air deras yang menghantam permukaan kota..."

Artikel seperti di atas sangat tidak praktis dan tidak disarankan. Kepuasan pengunjung yang seharusnya diutamakan, karena era sekarang artikel yang human friendly berarti juga SEO friendly.

Coba kalau diubah seperti ini:

"Jum'at (19/03) telah terjadi banjir yang menyapu kota Depok. Pemerintah mengupayakan pembersihan secepatnya dengan mengerahkan lebih dari 100 armada kebersihan..."

Bagaimana? Enakkan yang pertama atau yang kedua? Tentu yang kedua bukan? Selain informatif, artikelnya pun juga sama panjangnya, bedanya tidak dipanjang-panjangkan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »