Prestasi anak ketika SD - SMP - SMA mewarnai prestasinya di dunia kerja


Ibu dan Bapak Pembaca setia Blog Inspirasi Pendidikan Kreatif "Holiparent" yang saya hormati,

Dalam salah satu kuliah di Program Profesi Psikologi Industri dan Organisasi, saya berkesempatan melakukan penelitian secara kualitatif. Yang menjadi para sukarelawan untuk diteliti adalah para karyawan yang memiliki Star Performance atau prestasi kerja yang baik, sehingga wajar apabila dalam usia yang masih 28-30 tahunan mereka sudah menduduki posisi jabatan manajerial.

Ibu dan Bapak Yth.,

Yang ingin saya sharingkan dalam edisi "Holiparent" kali ini adalah data yang saya dapatkan bahwa karyawan-karyawan yang mempunyai Star Performance ini ternyata sudah memiliki prestasi dalam arti menonjol secara positif sejak mereka masih duduk di bangku SD, SMP, atau SMA. Memang, mereka ini juga memiliki gelar Sarjana, bahkan ada yang mempunyai gelar Master. Tetapi saya memang tertarik untuk meneliti secara kualitatif tentang mereka ketika SD, SMP, atau SMA, karena memang mereka ternyata sudah menonjol secara positif sejak taraf pendidikan itu.

Ibu dan Bapak Yth.,

Kalau saya mengatakan "prestasi" dalam tulisan ini, mohon jangan diartikan sebagai memenangkan lomba di tingkat kota / kabupaten, propinsi, atau nasional. Tidak. Prestasi yang saya maksudkan di sini adalah menonjol secara positif di sekolah masing-masing. Misalnya, ada yang sejak SD sudah terkenal menjadi juara baca puisi di sekolahnya, sehingga diberi kepercayaan oleh sekolahnya untuk mewakili sekolahnya dalam lomba baca puisi di tingkat kecamatan. Di sini, anak merasa bahwa DIA MEMILIKI SESUATU yang berbeda dari orang lain, dan itu BAIK UNTUK DIRNYA dan BAIK UNTUK ORANG LAIN pula.

Ada yang memang memiliki prestasi yang menonjol secara akademik, sehingga menjadi "bintang kelas". Ini mendorong dia untuk berani merantau ke kota lain setelah lulus SMP, demi menempuh pendidikan di SMA yang baik (yang tidak ada di desa tempat tinggalnya). Dia dengan demikian memiliki HASRAT UNTUK BERJUANG demi mewujudkan impiannya.

Ibu dan Bapak Yth.,

Saya melihat bahwa apa yang DIMILIKI oleh anak sejak SD, SMP, dan SMA ini akan DIBAWA olehnya ketika dia sudah dewasa dan bekerja (memasuki dunia kerja). Ketika anak sudah dewasa / sudah bekerja, tentu sebagai orang tua kita tidak lagi membimbing dia seperti pada saat dia masih SD, SMP, atau SMA. Tetapi dengan demikian kita justru bisa melihat betapa pentingnya bimbingan yang kita berikan sebagai orang tua kepada anak pada saat anak masih SD, SMP, dan SMA : supaya anak berprestasi (bukan dalam arti harus memenangkan lomba, tetapi dalam arti bahwa anak menonjol dalam arti positif, terserah dalam BIDANG APA SAJA, yang penting bermanfaat bagi DIRINYA dan juga bagi ORANG LAIN).

Selamat menemani anak.
"Menemani Anak = Mencerdaskan Bangsa".

Semoga kita semua selalu dalam berkat dan lindungan Tuhan Yang Mahaesa. Amin.


-----o0o-----

Tulisan oleh Constantinus Johanna Joseph. Sarjana di bidang Ilmu Alam dan Ilmu Sosial. Ilmuwan Psikologi anggota Himpunan Psikologi Indonesia. Dapat dihubungi lewat HP :  082 322 678 579, FB : Si Jurai Constantinus, e-mail : constantinus99@gmail.com.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »