Serena 3y4m berkunjung ke Wisata Air terjun Tanah Merah Samarinda


 Wisata Air terjun Tanah Merah Samarinda - Merupakan air terjun yang terletak sekitar 14 km dari pusat kota Samarinda, lebih tepatnya terletak di dusun Purwosari kecamatan Samarinda Utara. Air terjun Tanah Merah ini memiliki  ketinggian sekitar 15 meter. Air putih yang mengalir dibalik batu-batuanan besar dan begitu air jatuh ke telaga di bawahnya terlihat warna sebenarnya yang tidak jernih. Warna keruh ini disebabkan oleh komposisi tanah yang notabene gambut diatas lahan hutan yang bercampur dengan air dan menyebabkan air menjadi keruh.
Serena awalnya ikut kegiatan kantor daddy Pramudya Eka yang kebetulan mengadakan kegiatan outbond games dan senam bersama di kawasan ini

 Tempat ini adalah pilihan yang tepat bagi wisatawan keluarga karena dilengkapi pendopo untuk anda beristirahat, yaitu tempat berteduh dengan pohon di sekitar lokasi wisata, warung makan, tempat area parkir kendaraan yang luas, pentas terbuka dan tempat pemandian.


Terletaknya di Dusun Purwasari, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Propinsi Kalimantan Timur. Berjaraknya kurang lebih 14 km dari pusat kota Samarinda. Jika menggunakan kendaraan umum, pengunjung dapat menggunakan trayek dari Pasar Segiri ke Sungai Siring, kemudian berhenti di simpang tiga menuju Air Terjun Tanah Merah. Jika pengunjung dari arah Kota Samarinda, gapura untuk menuju air terjun Tanah Merah berada di kanan jalan, dan sebaliknya jika dari arah Bontang.

Akan tetapi akses jalan menuju lokasi air terjun ini belum diaspal. Sekitar satu kilometer akses jalan masih berbatu sehingga mengganggu kenyamanan para pengguna jalan. Tiket untuk masuk ke obyek wisata ini adalah Rp 5.000., anak-anak Rp 2.000, sedangkan parkir motor Rp 1.000 dan roda empat Rp 2.000.

Fasilitas yang tersedia antara lain Pentas Terbuka, Kamar Mandi, Tempat Duduk atau Bangku Taman, Kolam Renang, Warung Pendopo (gazebo) untuk istirahat,  Warung, Areal Parkir Kendaraan yang luas, dan Arena Bermain Anak-anak. Demi memudahkan pengunjung melihat seluruh pemandangan disekelilingnya, pihak pengelola membangun tangga kayu yang membelah bukit. Sehingga pengunjung lebih leluasa naik-turun bukit tanpa khawatir jatuh terpeleset.

Obyek wisata yang sempat booming ini mulai ditinggalkan pengunjung khususnya warga Samarinda. Jalan dari pintu loket tiket menuju ke air terjun tebilang  buruk. Jalan masih didominasi tanah dan urukan batu. Namun, suasana pedesaan dan perkampungan akan menjadi obat tersendiri sepanjang jalan menuju lokasi.
 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »